![]() |
| pict from canva |
Qurban (قربا )menurut bahasa adalah isim mashdar (kata benda abstrak), yang
turunannya dalam bentuk kata kerja adalah qaruba-yaqrubu, artinya adalah
“dekat”. Karena ber-Qurban berarti “TAQARRUB” (mendekatkan diri kepada Allah
dengan menyerahkan persembahan hewan qurban).
Dan istilah untuk hewan qurban adalah “udhiyyah” (اضحية ), diambil dari kata adh-dhuha, artinya
waktu dhuha, sebab hewan itu mulai disembelih diwaktu dhuha selepas shalat
iedul adha.
Qurban menurut istilah syara’, dijelaskan oleh Sayyid Sabiq
:
الاضحية والضحية اسم لما يذبح من الابل والبقر والغنم يوم النحر وأيام التشريق تقربا الى الله تعالى.
Al Udhuyyah dan Ad Dahayah adalah bagi hewan yang disembelih yaitu unta, sapi, atau kambing pada hari Nahar dan hari Tasyrik sebagai taqarrab kepada Allah Ta’ala. (Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, 3/317)
Beberapa Fadhilah (keutamaan) berdasarkan Al-Qur’an dan
Hadits-hadits yang shahih :
1.
Jalan Taqarrub (mendekatkan
diri) Kepada Allah
Firman Allah Ta’ala : QS Al Maidah : 27
Ayat ini menjelaskan,
1) (1). mendekatkan diri kepadaNya memang tidak bisa hanya dengan mempersembahkan
2) (2). mendekatkan diri kepadaNya harus dengan keikhlasan sebab Allah hanya menerima qurban yang ikhlas (taqwa) seperti qurbannya Habil.
2.
Bukti Hubullah (kecintaan
kepada Allah)
Firman Allah Ta’ala : QS Ash Shaffat : 102-108
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ102
فَلَمَّآ أَسْلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلْجَبِينِ103
وَنَٰدَيْنَٰهُ أَن يَٰٓإِبْرَٰهِيمُ104
قَدْ صَدَّقْتَ ٱلرُّءْيَآ ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ105
إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْبَلَٰٓؤُا۟ ٱلْمُبِينُ106
وَفَدَيْنَٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ107
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى ٱلْءَاخِرِينَ108
103. tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).
104. dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,
105. Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu Sesungguhnya Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
106. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
107. dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
108. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang Kemudian,
Ayat ini menjelaskan kisah pengurbanan Ibrahim AS, dimana beliau harus menyembelih anaknya sendiri yang ia cintai. Setelah teruji Ibrahim AS sukses melampaui ujian, kemudian Allah menggantinya dengan seekor sembelihan yang besar,
Hikmahnya: Berqurban berarti bukti kecintaannya kepad Allah mengalahkan kecintaamn kepada selainNya.
3.
Jalan Tasyakur dan ketaatan
Firman Allah Ta’ala : Q.S Al Hajj : 34-35
35. (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.
QS Al Kautsar : 1-2
2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.
Ayat ini menjelaskan bahwa berqurban adalah :
1) (1). Agar manusia mengekspresikan syukurnya dengan menyebut nama Allah atas hewan qurban (nikmat yang banyak) yang telah dikaruniakan kepadamu. dan
2) (2). Agar manusia mengekspresikan kepasrahannya kepada Allah dengan mentaati perintah berqurban
4.
Media Syiar mengagungkan
agama Allah
Firman Allah Ta’ala : QS Al Hajj : 36
Ayat ini menjelaskan:
1) (1). bahwa hewan qurban yang disembelih, dimana yang
berqurban menyebut nama Allah ketika hewan itu disembelih, adalah syiar agama
Allah, dimana keagungan Islam dapat disaksikan.
2) (2). Daging hewan qurban dimakan oleh pengurban dan
dibagikan kepada yang lain, sehingga syiar agama Allah terasakan.
Berqurban berarti telah
menjalankan syiar islam dimana keagungan islam dapat disaksikan dan
kemanfaatannya dapat dirasakan (QS An Nahl :125)
5.
Bukti Taqwa
Firman Allah Ta’ala : QS Al Hajj : 37
Ayat ini menjelaskan bahwa yang sampai kepada Allah dari penyembelihan hewan qurban adalah bukan darah dan dagingnya, tetapi yang sampai kepadaNya adalah ketaqwaannya.
Ketaqwaan dalam ayat ini adalah :
1) (1). secara pribadi adalah ketaatan kepada syariat Allah sebagai wujud syukur, sebagaimana telah dijelaskan dalam penjelasan QS Al Hajj : 34-35
2) (2). secara sosial adalah dakwah atau syiar sebagai pembukaan dakwah, yaitu menampakan keagungan islam dan memberikan kemanfaatan kepada semua.
6.
Amalan terbaik di hari
nahar
Dalam salah satu riwayat hadits :
عن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : << ما تقرّب الى الله تعالى يوم النّحر بشيء هو أحبّ الى الله تعالى من اهراق الدّام وأنّها لتأتي يوم القيامة بقرونها واشعارها وأظلافها وانّ الدّام ليقع من الله تعالى بمكان قبل ان يقع على الارض فيطيبوا بها نفسا >>
Dalam hadits riwayat Imam at-Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah, Nabi Muhammad SAW menerangkan pekerjaan yang paling dicintai Allah di hari Nahr adalah berqurban. qurban." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).









