JIWA MUDA YANG DINANTIKAN MASA DEPAN
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Hallo gaaiiss,, apa kabar ?? baek-baek yaaa,, hheheh..
Alhamdulillah niii aku dapet tugas baru dalam menyukseskan kegiatan PBAK 2018 UIN SGD Bandung. Tuganya tu bikin blog dengan tema peran dan fungsi mahasiswa di era milenial. Jujur ya, udah lupa pisan bikin blog teehh,, pernah belajar juga waktu SMP hhahhaa. Tapi aku bersyukur dikasih tugas ini, jadi inget lagi bikin blog, wkwkkw.
Langsung aja ya ini artikel nyaa,, silakan dibaca, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi pembaca, mohon maaf kalau enggak ngerti,, maklumi baru pemulaa.. hhahha
Sebuah
perjalanan, dimana kita dalam kondisi tidak mengetahui apapun. Dia berikan kita
penglihatan, pendengaran, hati dan akal untuk berfikir. Dengan semua bekal
itulah kita manusia mampu berkarya. Tak dapat dipungkiri, semua ketidaktahuan
itu akan berubah menjadi tau, asalkan kita ingin mencari tau dan tidak buta
informasi.
Berbicara
mengenai pengetahuan, ini adalah sumber untuk bahan berfikir kita, tanpa
pengetahuan kita akan menjadi orang yang tidak punya tujuan dan hilang arah.
Terkhususnya pengetahuan itu harus dimiliki oleh seorang mahasiswa. Pengetahuan
apa saja, yang meliputi semua aspek ipoleksosbudhankamnashukmil *taulahya. Ini akan menjadi bahan juga agar seorang
mahasiswa dapat berdiskusi dan berinteraksi dengan sesamanya.
Ya,
namanya juga mahasiswa, ia adalah senior-senior siswa. Sangat berbeda dengan
anak sekolahan yang masih menggunakan seragam sekolah. Mahasiswa itu harus
punya pemikiran kritis dan kemandirian yang hebat. Bukan hanya hal itu, mahasiswa
harus menjadi penggerak suatu masa, menjadi panutan dimasyarakat dan menjadi
pemimpin di masa yang akan datang.
Tapi
nyatanya ? Jika melihat mahasiswa zaman sekarang, terkhususnya yang hidup
dizaman milenial, yaitu zaman yang identik dengan kecanggihan teknologinya, informasi
mengalir di dunia maya sangat meluas dan media sosial yang sudah tidak asing
lagi. Mahasiswa yang hidup dizaman ini tentunya memiliki ciri khas dibandingkan
dengan mahasiswa tahun 90-an atau tahun-tahun sebelumnya. Namun, banyak
mahasiswa zaman sekarang cenderung tidak bisa menggunakan kecanggihan teknologi
itu dengan baik, bahkan semakin apatis terhadap lingkungan sekitarnya dan malas
untuk membawa perubahan. Banyak sekali tantangan mahasiswa di zaman milenial
ini. Salah satunya sifat hedonisme, yang dipikirannya hanya kesenangan individunya
sendiri dan hidup itu hanya untuk memuaskan dirinya sendiri.
Tapi
semua tantangan itu seharusnya tidak menjadi hambatan bagi mahasiswa untuk erus
berkarya. Menjadi mahasiswa seharusnya pandai-pandai dalam menggunakan
fasilitas yang ada. Menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya. Bukan
suatu hal yang mudah, tapi jika dilakukan secara konsisten dan secerdas mungkin
menyaring segala informasi yang ada, pasti mahasiswa akan menjadi kepercayaan
masyarakat sekitar.
Dan
ketika menjadi mahasiswa itu bukan hanya terpaku dengan proses pembelajaran di
kampusnya, tapi harus sangat pintar dalam memenage waktu dan tahan banting ketika banyak permasalahan yang
sedang menimpa.
Jika
melihat data kependudukan di negara indonesia, Dalam Undang-Undang No. 40 Tahun
2009, pemuda adalah warga negara Indonesia berusia 16 sampai 30 tahun. Menurut
hasil Susenas Tahun 2017, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan sekitar 63,36
juta jiwa. Di antaranya (24,27 persen) adalah penduduk dalam kelompok umur
pemuda. Mahasiswa adalah salah satu dari data pemuda tersebut.
Dan
kita yang merasa terpanggil sebagai pemuda khususnya mahasiswa seharusnya sadar
dan bagkit untuk berkarya di negeri ini. Ada ungkapan bahwa dulu pernah ada
kongres sumpah pemuda, sekarang adanya sampah pemuda. Sangat disayangkan jika
kita disebut sebagai sampah, tidak berguna untuk negara yang ada hanya numpang
tempat saja dan minuhan tempat. Kita kerahkan segala potensi yang sudah diberi
oleh Allah SWT untuk di fungsikan sebenar-benarnya. Karena dengan menggunakan
potensi tersebut baru disebut sebagai pemuda yang sebenarnya memiliki jiwa
muda. #yangmudayangberkarya
sekian,
Jazakumulloh Khoyron Katsiron
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Created by : Rifa Adillah Fikriyah
Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN
SGD BDG 2018



0 komentar